Hasil Barcode (90)na18240108790

Kode barcode bukan sekadar deretan angka. Di Indonesia, kombinasi tertentu pada barcode berkaitan langsung dengan izin edar dan pengawasan produk. Salah satu contoh yang banyak dicari ialah hasil Barcode (90)NA18231002013. Kode tersebut muncul pada kemasan produk dan berhubungan dengan sistem pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Melalui pembahasan berikut, setiap bagian akan mengulas makna, fungsi, serta kegunaan kode tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha.

Barcode Identifikasi Produk

Barcode berfungsi sebagai penanda visual berbentuk garis atau pola digital yang dapat dibaca mesin pemindai. Informasi yang tersimpan di dalamnya berkaitan dengan identitas produk, nomor pendaftaran, hingga jalur distribusi. Pada sektor obat, kosmetik, dan makanan, barcode terhubung dengan data resmi yang tersimpan pada layanan pengawasan pemerintah.

Penggunaan barcode membantu penelusuran produk dari produsen sampai konsumen. Saat barcode dipindai menggunakan alat khusus atau hp, data yang muncul memberikan petunjuk tentang legalitas dan status produk. Oleh sebab itu, barcode menjadi penghubung antara kemasan fisik dan basis data digital.

Kode (90) pada Barcode BPOM

Dalam sistem BPOM, terdapat pola angka tertentu yang menunjukkan jenis data yang terkandung. Angka (90) menandakan bahwa bagian setelahnya memuat Nomor Izin Edar BPOM. Nomor tersebut tersimpan dalam barcode dua dimensi dan dapat dipindai menggunakan scanner atau layanan pemindai online.

Setelah awalan (90), muncul rangkaian huruf dan angka seperti NA18231002013. Kombinasi tersebut tidak muncul secara acak. Setiap karakter memiliki arti administratif, mulai dari kategori produk sampai urutan pendaftaran. Dengan struktur tersebut, petugas pengawas maupun konsumen bisa melakukan pengecekan silang terhadap data resmi.

Hasil Barcode (90)NA18231002013

Hasil Barcode (90)NA18231002013 mengarah pada satu nomor izin edar kosmetik yang tercatat di database BPOM. Kode NA menunjukkan kategori kosmetik, sedangkan angka berikutnya berhubungan dengan waktu pendaftaran dan nomor urut produk. Saat kode tersebut dipindai, sistem akan menampilkan data produk sesuai catatan BPOM.

Informasi yang biasanya muncul meliputi:

  • Nama produk

  • Produsen atau pemilik merek

  • Kategori penggunaan

  • Status izin edar

Keberadaan data tersebut membantu pengecekan keaslian produk. Jika hasil pemindaian tidak sesuai dengan kemasan fisik, kondisi tersebut patut dicermati lebih lanjut.

Cara Mengecek Barcode (90)NA18231002013

Pengecekan barcode dapat dilakukan melalui beberapa cara praktis tanpa peralatan rumit.

  1. Menggunakan situs resmi BPOM
    Nomor izin edar NA18231002013 dapat dimasukkan ke kolom pencarian pada layanan pengecekan BPOM. Hasil pencarian akan menampilkan data produk yang terdaftar.

  2. Memakai scanner barcode online
    Banyak layanan pemindai barcode berbasis web yang mampu membaca kode dua dimensi. Hasil pemindaian biasanya menampilkan deretan data mentah yang kemudian dicocokkan dengan database BPOM.

  3. Aplikasi pemindai di hp
    Aplikasi pemindai barcode tersedia luas dan memudahkan pengecekan langsung dari kemasan. Pastikan aplikasi hanya berfungsi sebagai alat baca, lalu verifikasi hasilnya melalui sumber resmi.

Langkah pengecekan tersebut membantu memastikan bahwa hasil Barcode (90)NA18231002013 benar-benar sesuai dengan catatan pemerintah.

Hubungan Barcode dengan Keamanan Produk

Barcode berperan besar dalam sistem pengawasan produk. Nomor izin edar memastikan bahwa produk telah melewati tahapan evaluasi sebelum beredar. Dengan memeriksa hasil Barcode (90)NA18231002013, konsumen memperoleh kepastian bahwa produk terkait berada dalam pengawasan regulator.

Bagi produsen, pencantuman barcode dengan nomor izin edar menunjukkan kepatuhan terhadap aturan. Produk tanpa kode yang valid berpotensi menghadapi penarikan atau sanksi administratif. Oleh karena itu, barcode berfungsi sebagai penghubung antara kepatuhan hukum dan kepercayaan pasar.

Manfaat Barcode bagi Konsumen

Keberadaan barcode dengan awalan (90) memberikan beberapa manfaat nyata:

  • Konsumen dapat mengecek status izin edar sebelum memakai produk

  • Risiko membeli produk palsu atau ilegal dapat ditekan

  • Informasi resmi lebih mudah diakses melalui layanan digital

Dengan memindai barcode, konsumen tidak hanya mengandalkan klaim pada kemasan, melainkan juga data yang tersimpan pada sistem pemerintah.

Contoh Produk dengan Kode NA18231002013

Kode NA18231002013 tercatat sebagai izin edar untuk produk kosmetik tertentu. Data tersebut dapat ditemukan melalui layanan pengecekan BPOM dan situs referensi tambahan seperti bpominfo.com. Informasi yang tampil mencakup nama produk, jenis kosmetik, serta status pendaftaran.

Contoh tersebut menunjukkan bagaimana satu kode barcode menghubungkan kemasan fisik dengan data administratif. Selama nomor izin edar aktif, produk dapat beredar sesuai ketentuan.

Apa fungsi awalan (90) pada barcode?
Awalan tersebut menandakan bahwa data berikutnya berisi nomor izin edar BPOM.

Apakah semua produk memakai kode (90)?
Kode tersebut digunakan pada produk yang berada dalam pengawasan BPOM, terutama obat, makanan, dan kosmetik.

Bisakah barcode dipalsukan?
Secara visual mungkin, namun pengecekan ke database resmi akan menunjukkan ketidaksesuaian data.

Hasil Barcode (90)NA18231002013 menunjukkan keterkaitan langsung antara barcode dan nomor izin edar BPOM. Melalui kode tersebut, konsumen dan pelaku usaha memperoleh akses cepat ke data resmi produk. Barcode berfungsi sebagai alat identifikasi, pengawasan, dan perlindungan konsumen.

Dengan melakukan pengecekan mandiri melalui layanan resmi, risiko kesalahan dalam memilih produk dapat ditekan. Keberadaan barcode bukan hanya pelengkap kemasan, melainkan bagian dari sistem pengawasan yang menjaga kualitas dan keamanan produk di pasar Indonesia.